TOKYO - Gempa bermagnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang selatan, pada Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 16.27 waktu setempat. Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat guncangan maksimum mencapai level 7 pada skala intensitas seismik Jepang di Kota Uki dan Hikawa, Prefektur Kumamoto. JMA memberi nama resmi peristiwa ini "Gempa Kumamoto 2026".
Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami untuk kawasan Laut Ariake dan Laut Yatsushiro. Berdasarkan laporan Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang (MLIT), peringatan dikeluarkan pukul 16.29 waktu setempat dan dicabut pada pukul 18.10 setelah kondisi dievaluasi.
Memasuki hari kedua, Rabu (29/7/2026), penanganan dampak gempa masih berlangsung. Berdasarkan laporan Reuters, sedikitnya dua orang dikonfirmasi meninggal dunia akibat rangkaian dampak gempa, sementara NHK melaporkan sedikitnya 50 orang dilarikan ke rumah sakit, 12 rumah roboh, dan 4 orang sempat terjebak di dalamnya.
Jumlah korban masih berpotensi berubah seiring proses pencarian dan pendataan yang terus berlangsung.
Perhatian khusus tertuju pada pusat perbelanjaan Aeon Mall Kumamoto di Kashima, yang mengalami kerusakan bangunan setelah dilaporkan terjadi ledakan.
Tim penyelamat dikerahkan untuk mencari sejumlah orang yang dikhawatirkan masih berada di area terdampak, dengan Reuters melaporkan sekitar 20 hingga 30 pekerja belum diketahui keberadaannya.
Polisi masih menyelidiki penyebab ledakan tersebut, termasuk dugaan kebocoran gas yang belum dapat dipastikan.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengimbau warga di wilayah terdampak untuk menjauhi kawasan pesisir dan tetap waspada terhadap gempa susulan. "Kami menempatkan keselamatan jiwa masyarakat sebagai prioritas utama," kata Takaichi.
Lebih dari 100 gempa susulan dilaporkan terjadi sejak gempa utama, menurut Kumamoto Nichinichi Shimbun. JMA meminta masyarakat di wilayah yang mengalami guncangan kuat untuk tetap waspada, terutama dalam dua hingga tiga hari pertama setelah gempa utama.
Otoritas Regulasi Nuklir Jepang dan Kyushu Electric Power memastikan tidak ada penyimpangan di pembangkit listrik tenaga nuklir Sendai dan Genkai pascagempa.
Meski demikian, sekitar 45.000 rumah dan fasilitas di Kumamoto sempat mengalami pemadaman listrik.
Di sektor transportasi, operator kereta JR Kyushu sempat menangguhkan layanan termasuk kereta cepat Shinkansen, sementara Bandara Kumamoto yang sempat ditutup telah kembali beroperasi meski puluhan penerbangan dibatalkan.
Pemerintah Jepang terus memeriksa kondisi jalan, jembatan, dan infrastruktur lain, termasuk menerapkan standar sementara yang lebih ketat untuk peringatan bahaya longsor.
Sejumlah perusahaan besar seperti Sony dan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) turut memeriksa fasilitas produksi mereka di kawasan tersebut.
Kumamoto sebelumnya pernah dilanda rangkaian gempa besar pada 2016 yang menewaskan 273 orang.
Jepang berada di kawasan Cincin Api Pasifik dan menyumbang sekitar 20 persen dari gempa dunia berkekuatan M 6,0 ke atas.
Kedutaan Besar RI (KBRI) Tokyo mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah terdampak untuk memantau informasi resmi otoritas setempat dan mewaspadai gempa susulan.
