Jakarta – Seorang pria bernama Wendy Herianto (47), ditemukan meninggal dunia di balkon kamar 1104 Hotel St. Regis, Kuningan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026) malam. Korban diduga meninggal akibat luka tembak dari senjata api yang ditemukan di lokasi kejadian.

Korban yang diketahui bekerja sebagai karyawan swasta dengan jabatan Direktur Keuangan ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah istrinya mendatangi hotel tersebut karena menerima pesan yang dianggap mencurigakan.

Kapolsek Metro Setiabudi bersama jajaran langsung melakukan pengecekan tempat kejadian perkara setelah menerima laporan adanya seorang pria yang diduga melakukan bunuh diri di Hotel St. Regis.

Kanit Reskrim Polsek Metro Setiabudi AKP Dr. Sudarto mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

“Kasus ini masih dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Metro Setiabudi. Kami melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan pendalaman terhadap barang bukti yang ditemukan di lokasi,” ujar Sudarto.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan senjata api jenis Baretta Tomcat kaliber 32 Auto di sekitar tubuh korban. Selain itu, ditemukan satu selongsong amunisi kaliber 7,65 mm di lokasi kejadian.

Dugaan sementara, korban mengalami luka tembak pada bagian kepala dengan proyektil masih berada di dalam tubuh. Polisi menyebut diperlukan pemeriksaan medis lanjutan untuk mengetahui posisi pasti proyektil.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat mengirim sejumlah pesan kepada keluarganya. Berdasarkan keterangan sang istri, Erika, korban sebelumnya meminta maaf terkait masalah pribadi dan mengungkapkan rasa bersalah kepada keluarga.

Sekitar pukul 13.00 WIB, korban pulang ke rumah setelah menghadiri kegiatan di kawasan Duta Merlin. Saat tiba di rumah, korban meminta maaf kepada istrinya sambil memeluk dan mencium kaki istrinya. Korban juga menyampaikan permintaan maaf terkait persoalan pribadi.

Setelah itu, korban bersama istrinya sempat makan siang di sebuah rumah makan kawasan Jakarta Utara. Sekitar pukul 15.00 WIB, korban kemudian meminta diantar ke Hotel St. Regis untuk bertemu seseorang.

Sekitar pukul 15.30 WIB, korban mengirim pesan melalui grup WhatsApp keluarga yang berisi permintaan maaf kepada anak-anaknya.

“Maafin Daddy ya, belajar yang pinter dan buat bangga Daddy,” tulis pesan korban yang disampaikan kepada anak-anaknya.

Korban juga mengirim pesan pribadi kepada istrinya berupa kalimat “I Love You” serta mengirim foto dirinya mengenakan jas.

Sang istri kemudian merasa khawatir setelah menerima pesan dari seseorang yang menyebut telah menyiapkan ruangan rumah duka. Ia lalu berusaha menghubungi korban, namun tidak mendapatkan respons.

Sekitar pukul 19.29 WIB, istri korban mendatangi Hotel St. Regis dan bertemu dengan sopir korban di lobi. Selanjutnya, mereka menuju kamar 1104.

Saat pintu kamar dibuka, korban ditemukan dalam posisi tertidur miring di area balkon dengan kondisi kepala mengeluarkan darah. Di sekitar korban ditemukan benda yang diduga senjata api.

Sopir korban, Herry Susanto, mengatakan sebelum kejadian korban sempat menyampaikan curahan hati melalui pesan WhatsApp. Korban mengaku merasa bersalah kepada keluarga dan menitipkan anak-anak serta istrinya.

“Korban sempat curhat merasa bersalah terhadap keluarga dan menitipkan anak-anak serta istrinya,” kata Herry berdasarkan keterangannya kepada polisi.

Sementara itu, pihak keamanan hotel yang melakukan pengecekan awal bersama istri korban menyebut kondisi korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Supervisor Security Hotel St. Regis Muhammad Fitroh mengatakan, setelah mendapat informasi dari sopir korban, pihaknya bersama manajemen hotel mendatangi kamar 1104.

“Saat dicek, nadi korban sudah tidak berdenyut. Kami melihat ada luka pada bagian kepala dan benda menyerupai senjata api di dekat tubuh korban,” ujar Fitroh.

Tim Identifikasi Polres Metro Jakarta Selatan dan Tim DVI kemudian melakukan pemeriksaan terhadap jenazah. Sekitar pukul 00.45 WIB, jenazah korban dievakuasi menggunakan mobil palang hitam menuju RS Polri Kramat Jati untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi masih melakukan pendalaman terhadap seluruh fakta dan barang bukti, termasuk memeriksa kepemilikan senjata api yang ditemukan di lokasi serta hasil pemeriksaan medis terhadap jenazah korban.