Deli Serdang - Dugaan keracunan makanan kembali menghantam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, puluhan siswa dari tiga sekolah dasar di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dilaporkan mengalami gejala mual, muntah dan diare setelah menyantap makanan yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lalang.

Peristiwa tersebut bermula pada Senin, 13 Juli 2026, saat MBG dari SPPG Lalang didistribusikan ke SD IT Al Khair, SD Amaliyah, dan SD Bintang Pertiwi di Desa Tanjung Gusta, Kecamatan Sunggal.

Sehari setelah makanan dikonsumsi, pihak sekolah melaporkan kepada pengelola SPPG bahwa sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan berupa mual, muntah, dan diare.

Pada 15 Juli 2026, sebanyak tujuh siswa harus menjalani perawatan inap di RS Sundari, sementara 17 siswa lainnya menjalani rawat jalan. Keesokan harinya, jumlah korban bertambah dengan lima siswa menjalani rawat inap dan 10 siswa menjalani rawat jalan.

Dengan demikian, total korban yang mendapatkan penanganan medis mencapai 39 orang, terdiri atas 12 siswa dirawat inap dan 27 siswa menjalani rawat jalan.

Sementara itu, jumlah penerima manfaat MBG di tiga sekolah tersebut mencapai 318 siswa, terdiri atas 253 siswa SD Amaliyah, 18 siswa SD IT Al Khair, dan 47 siswa SD Bintang Pertiwi.

Polisi telah melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut melalui pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi, berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, serta melakukan langkah-langkah pengamanan agar informasi yang beredar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Selain pemeriksaan saksi, kepolisian juga menggelar rapat koordinasi bersama unsur kewaspadaan dini tingkat kecamatan dan pihak pengelola SPPG guna mengevaluasi kejadian tersebut.

Hingga kini, belum dapat dipastikan apakah gangguan kesehatan para siswa disebabkan oleh makanan yang didistribusikan melalui program MBG. Polisi menegaskan kesimpulan baru akan diambil setelah hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dan pemeriksaan medis selesai dilakukan.

Kasus ini menambah daftar insiden dugaan keracunan yang dikaitkan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di sejumlah daerah. Hasil investigasi laboratorium nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab kejadian sekaligus langkah evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut.