Situbondo — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menghadapi persoalan keamanan pangan. Sebanyak 25 siswa SMP Negeri 3 Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mengalami diare setelah menyantap menu MBG yang dipasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Besuki 4 pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Gangguan kesehatan itu mulai dilaporkan pada Kamis malam, sekitar pukul 22.00 WIB. Sejumlah siswa disebut mengalami diare setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan di sekolah pada siang harinya.

SPPG Besuki 4 sebelumnya mendistribusikan makanan MBG ke SMPN 3 Besuki sekitar pukul 09.30 WIB. Menu yang diberikan terdiri atas nasi putih, ayam bakar, tumis tempe, sayur timun dan kubis, serta buah jeruk.

Persoalan mulai terungkap setelah guru SMPN 3 Besuki menerima laporan dari sejumlah siswa yang mengalami diare. Pada Jumat, 14 Agustus 2026 sekitar pukul 05.30 WIB, pihak sekolah menghimpun laporan tersebut.

Sekitar pukul 06.43 WIB, PIC sekolah kemudian melaporkan kondisi itu kepada SPPG Besuki 4. Tim Dokkes Polres Situbondo selanjutnya melakukan pemeriksaan dan memberikan perawatan medis kepada para siswa.

Sebanyak 25 siswa tercatat mengalami diare ringan. Tidak ada siswa yang harus menjalani rawat inap. Seluruhnya mendapat penanganan sebagai pasien rawat jalan atau menjalani pemulihan di rumah.

Dugaan sementara mengarah pada menu ayam bakar. Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat kekurangan bahan baku daging ayam sekitar tiga kilogram yang datang ke SPPG pada Kamis pagi sekitar pukul 06.00 WIB.

Kekurangan bahan baku tersebut diduga membuat proses pengolahan berlangsung terburu-buru karena waktu distribusi semakin dekat. Ayam kemudian dimasak oleh relawan dapur sebelum makanan dikirim ke sekolah.

Adapun ayam bakar diduga tidak matang secara sempurna. Namun, dugaan itu masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut terhadap makanan, bahan baku, proses pengolahan, serta faktor lain yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan.

SPPG Besuki 4 diketahui melayani sekitar 2.754 penerima manfaat. Jumlah tersebut terdiri atas 474 penerima dari kelompok PAUD/TK/RA, 501 siswa SD/MI, 853 siswa SMP/MTs, 558 siswa SMA/MA, 46 ibu hamil, 116 ibu menyusui, dan 206 balita.

Kasus ini menyoroti celah dalam pengawasan keamanan pangan program MBG. Dengan jumlah penerima mencapai ribuan orang, kesalahan dalam pengolahan bahan makanan berpotensi menimbulkan dampak yang jauh lebih luas.

Setelah kejadian, Kepala SPPG bersama staf mendatangi sekolah dan menemui siswa yang mengalami diare. SPPG juga melakukan evaluasi terhadap proses pengolahan bahan baku.

Tim SPPG Besuki 4 bersama Tim Dokkes Polres Situbondo kemudian melakukan kunjungan ke rumah masing-masing siswa untuk pemeriksaan dan perawatan medis.

Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan maupun pasien.