Jakarta – Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) BUMN menggelar aksi unjuk rasa di depan Wisma Danantara, Jalan Gatot Subroto, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2026).
Dalam aksi tersebut, demonstran mendesak Danantara Indonesia segera mencopot jajaran direksi PT Pelindo Holding dan PT Pelindo Solusi Terminal Petikemas (SPTP) yang dinilai gagal menjalankan tata kelola perusahaan.Massa secara bergantian menyampaikan orasi yang menyoroti dugaan buruknya tata kelola perusahaan pelat merah tersebut.
Koordinator aksi, M. Adnan Rara Sina, menegaskan pihaknya mendukung penuh arahan Presiden Prabowo Subianto agar badan usaha milik negara dibersihkan dari praktik yang merugikan negara maupun masyarakat.
"Kami mendukung penuh program Presiden Prabowo Subianto untuk membersihkan BUMN dari para kolaborator dan pihak-pihak yang selama ini hanya mementingkan kepentingan pribadi. BUMN adalah milik rakyat, bukan milik segelintir elite," kata Adnan dalam orasinya.
Menurutnya, PT Pelindo dan PT Pelindo SPTP sedang menghadapi persoalan serius yang berdampak terhadap kepercayaan publik.
"Kami menilai PT Pelindo dan PT Pelindo Solusi Terminal Petikemas tengah mengalami krisis kepemimpinan. Berbagai persoalan terus bermunculan, mulai dari lemahnya koordinasi operasional, insiden keselamatan kerja yang berulang hingga dugaan persoalan dalam pengelolaan proyek dan aset perusahaan. Transformasi yang selama ini digaungkan belum tercermin dalam praktik tata kelola perusahaan," ujarnya.
Adnan juga menyoroti masih terjadinya kecelakaan kerja di lingkungan Pelindo. Menurutnya, setiap korban jiwa tidak boleh dianggap sebagai hal biasa.
"Satu nyawa sangat berharga. Jangan setiap ada korban hanya disebut kecelakaan kerja. Kami meminta Danantara mengaudit seluruh PT Pelindo dan Kejaksaan Agung turun melakukan pemeriksaan karena nilai pengelolaan asetnya mencapai triliunan rupiah," tegasnya.
Dalam aksi tersebut, massa secara terbuka mendesak Danantara mencopot Direktur Utama PT Pelindo Achmad Mustachar, Sekretaris Perusahaan Ali Sodikin, Direktur Utama PT Pelindo SPTP M. Adji, serta Sekretaris Perusahaan Widyaswendra.
"Kami mendesak pimpinan Danantara Indonesia segera memecat Direktur Utama PT Pelindo Achmad Mustachar, Sekretaris Perusahaan Ali Sodikin, Direktur Utama PT Pelindo SPTP M. Adji, dan Sekretaris Perusahaan Widyaswendra. Kami mendukung perintah Presiden Prabowo agar BUMN dibersihkan dari para kolaborator dan pejabat yang dinilai gagal menjalankan amanah," ucap Adnan.
Ia bahkan mengultimatum akan menggelar aksi lanjutan apabila tuntutan tersebut tidak direspons."Kalau tuntutan ini tidak dipenuhi, kami akan datang setiap hari. Bahkan kami siap membawa aksi ini ke Istana agar pemerintah mendengar langsung aspirasi kami," katanya.
